Thursday, October 26, 2017

Hari Esok




Dimanakah kita berada sekarang? Apakah pada suatu hari nanti manusia akan menguasai ruang angkasa?
Apakah makhluk hidup dari daerah kosmos yang tak ada batasnya ini pernah ada yang berkunjung ke bumi,
jauh di masa silam? Apakah ada inteligensia yang tak dikenal di suatu tempat di alam semesta ini yang sedang
mencoba mencari hubungan dengan kita? Apakah zaman kita ini, dengan segala penemuannya yang
membawa masa depan yang menggemparkan itu benar-benar mengerikan ?
Apakah hasil penelitian yang hebat hemat itu harus dirahasiakan?
Apakah ilmu kedokteran atau obat-obatan dan biologi akan mampu menghidupkan kembali mumi-mumi yang
sudah membeku? Apakah manusia bumi akan dapat berkoloni atau bermukim di planet lain? Apakah mereka
akan dapat bersahabat dengan penghuni planet itu? Apakah manusia akan menciptakan bumi kedua, ketiga
dan keempat?
Apakah suatu hari kelak, para dokter akhli bedah akan digantikan oleh robot-robot spesial? Apakah rumah
sakit pada tahun 2.100 nanti akan menjadi penjual onderdil atau spareparts bagi orang-orang cacad? Apakah
di masa mendatang yang dekat ini akan ada kemungkinan untuk memperpanjang umur manusia tanpa batas
dengan; jantung, paru paru, ginjal dan lain-lain organ tubuh buatan? Apakah khayalan Huxlby tentang “Dunia
baru yang berani” dengan keganasan dan kemustahilan yang menakutkan itu, akan menjadi kenyataan?
Ringkasan dari pertanyaan-pertanyaan demikian dengan mudah dapat dikumpulkan sampai setebal buku
tilpon kota New York. Setiap hari selalu ada penemuan baru di suatu tempat di dunia ini. Setiap hari selalu
timbul pertanyaan yang jawabnya “mustahil” Universitas Edinburgh, telah menerima hadiah pendahuluan
sebesar
$ 6.480.000 dari Nuffield Trust untuk pembuatan suatu komputer yang cerdik. Prototype dari komputer ini
disuruh bercakap-cakap dengan seorang pasien. Setelah percakapan selesai, pasien itu tidak percaya bahwa
ia telah bercakap-cakap dengan sebuah mesin komputer. Pencipta komputer itu -Dr. Donald Michiemenyatakan
bahwa mesin itu sudah mulai mengembangkan kehidupan orang.

HAJAR JAHANAM

Hajar Jahanam atau yang biasa juga disebut Hajar Sa'adah sudah sangat populer di athar-athar penjual ramuan obat tradisional Mesir. Khasiatnya sudah dikenal turun temurun sehingga sudah diakui kehebatannya. Dan tak heran jika banyak khalayak ramai menjadi penasaran ketika mendengar namanya yang menarik perhatian yaitu HAJAR JAHANAM.

Dalam bahasa Arab, kata HAJAR berarti;Batu, dan JAHANAM berarti nama salah satu nama salah satu neraka.Jadi hajar Jahanam menurut arti bahasa berarti Batu Neraka. Namun sebenarnya, Hajar Jahanam ini bukanlah batu, melainkan getah mengeras yang diambil dari tumbuh-tumbuhan tertentu yang ada di Mesir dan India. Getah tersebut diolah sedemikian Rupa oleh pakar-pakar peramu obat tradisional dan digunakan untuk menangkal terjadinya EJAKULASI Prematur atau EJAKULASI dini. Fungsi Hajar Jahanam ini dapat menjadikan kulit penis menjadi Bebal temporally dan mengurangi sensitivitas kulit penis disaat keluar masuk MRS.V. Hajar Jahanam merupakan barang langka dan sangat laku dipasaran. Dan tidak mudah mendapatkannya walaupun dinegeri asalnya sendiri mengingat ada beberapa faktor yang menjadi kendala.

CARA PENGGUNAAN


Sunday, March 5, 2017

Mencari Komunikasi Langsung kepada Dewa



Pukul 4 pagi pada suatu hari dalam bulan April tahun 1960, di suatu lembah sunyi di Virginia Barat, telah dimulai suatu eksperimen. Teleskop radio yang tingginya 85 kaki itu, yang terdapat di Green Bank sedang dicoba ditujukan ke bintang “tau ceti”, yang jauhnya dari bumi kita 11,8 tahun cahaya.Proyek ini dipimpin oleh
Dr. Trank Drake, seorang astronom muda Amerika yang di kalangan ilmuwan termasyur sekali. Ia ingin menyetel teleskop radio itu ke arah pemancar-pemancar radio dari peradaban lain. agar dapat menangkap isyarat-isyarat dari intelegensia di ruang angkasa. Rentetan pertama dari esksperimen itu memakan waktu 150 jam. Sejarah dapat mencatat proyek Ozma ,walaupun proyek itu gagal. Nama Ozma ialah nama puteri kota dalam dongeng dari negara Oz. Eksperimen itu dihentikan bukan karena adanya pendapat di
kalangan para sarjana yang ikut serta dalam proyek itu bahwa diruang angkasa tidak ada stasion radio, melainkan karena kala itu tidak terdapat alat-alat yang cukup peka untuk mencapai sasaran. Tetapi Ozma tidak akan merupakan satu-satunya eksperimen semacam itu. Bulan Juli 1969 di permukaan bulan telah ditempatkan instrumen-instrumen. Pada pendaratan-pendaratan berikutnya, oleh para astronot akan didirikan lebih banyak lagi stasion pemancar di sana. Para astronot ini akan mampu meneliti ruang-ruang, antar bintang mana yang baik dan bebas gangguan bagi isyaratisyarat radio. Tetapi harus dipertanyakan, apakah pencarian isyarat isyarat radio itu akan banyak membantu penyelidi kan ruang angkasa ?

Apakah tidak lebih praktis kalau kita saja yang mengirim isyarat-isyarat radio ke ruang angkasa ? Memang kita tidak dapat mengharapkan adanya cendekiawan yang mengerti bahasa Rusia, Spanyol atau Inggris, yang menanti untuk kita hubungi di sana. Tetapi ada tiga cara untuk memperkenal kan kita kepada mereka; yakni dengan mengirim simbol-simbol matematika, mengirim pancaran sinar laser atau gambar-gambar yang paling mungkin berhasil. Untuk dapat mengirim simbol-simbol demikian, kita harus terlebih dahulu menemukan gelombang radio antar bimasakti yang mungkin dapat diterima di seluruh kosmos. Frekwensi 1420 mega hertz akan dapat menghasilkan gelombang radio yang diperlukan, karena frekwensi itu ialah frekwensi radiasi dari hidrogen netral yang timbul
dari benturan-benturan antara atom-atom hidrogen. Oleh karena hidrogen itu merupakan suatu unsur kimiawi maka frekwensi radiasi ini pasti dikenal di seluruh alam semesta. Selain itu, 1420 megahertz adalah di luar skala gelombang-gelombang radio di bumi yang sudah berjubel itu. Kemungkinan adanya kesalahan dan gangguan-gangguan udara sangat di perkecil sampai batas minimum. Dengan cara ini pulsa-pulsa radio dapat dikirim ke ruang angkasa, dan jika di sana ada inteligensia yang tak dikenal, mereka akan dapat menangkap isyarat-isyarat itu dan mengenalinya. Dalam hubungan ini, dalam surat kabar Die Zeit terbitan tanggal 22