Sunday, February 19, 2017

Kegaiban Amerika Selatan dan Keanehan lainnya




Sekalipun telah saya tekankan bahwa bukanlah maksud saya untuk mempertanyakan sejarah umat manusia
selama 2000 tahun terakhir, namun saya mengira bahwa dewa-dewa Yunani dan Romawi serta kebanyakan
tokoh-tokoh lain dalam hikayat dan dongeng juga diliputi oleh suasana masa silam yang sangat jauh. Tradisi
hidup di antara berbagai bangsa, karena adanya umat manusia, kebudayaan yang paling akhirpun juga
memberikan tanda-tanda yang menunjuk ke masa silam yang jauh. Reruntuhan dalam hutan-hutan Guatemala
dan Yukatan dapat di perbandingkan dengan bangunan-bangunan raksasa di Mesir.
Areal tanah di mana piramida Cholula berdiri 60 mil dari ibu kota Mexico sebelah Selatan, luasnya lebih besar
dari pada areal tanah tempat berdirinya piramida Chops.Lapangan piramida di Teotikuacan,25 mil di sebelah
Utara MexicoCity, meliputi areal seluas hampir 8 mil persegi, sedangkan bangunan-bangunannya diluruskan
menurut garis bintang-bintang. Naskah tertua mengenai Teotikuacan menyatakan bahwa para dewa
berkumpul di sini dan membentuk dewan perencana tentang manusia, bahkan sebelum homo sapiens ada.
Kalender orang-orang Maya kalender yang paling tepat di dunia demikian pula rumus Venus, yang telah
disebut di depan sekarang telah dibuktikan bahwa semua bangunan purbakala di Chi chen Ptza, Tikal, Copan
dan Palequa telah didirikan menurut kalender yang mengagumkan itu.Orang Maya mendirikan piramida bukan
karena membutuhkan nya. Mereka mendirikan kuil-kuil bukan karena membutuhkannya. Mereka mendirikan
piramida dan kuil karena kalender mereka menetapkan bahwa sejumlah tertentu anak tangga dari sesuatu
bangunan harus diselesaikan pembuatannya tiap 52 tahun sekali. Tiap batu ada hubungannya dengan
kalender. Setiap bangunan yang telah selesai sesuai benar dengan syarat-syarat astronomis tertentu. Tetapi
sesuatu yang mutlak tidak masuk akal telah terjadi kira-kira tahun 600 setelah masehi. Sekonyong-konyong
tanpa alasan yang nyata seluruh penduduk meninggalkan kota-kota yang telah mereka bangun dengan susah
payah; yang kaya akan kuil-kuil dan piramida yang artistik, taman-taman yang dihiasi dengan patung-patung
dan Stadion-stadion yang sangat mengesankan. Bangunan dan jalan lambat laun tertutup oleh hutan belukar,
pertukangan batu bubar, segala sesuatu hanya tinggal reruntuhan dan padang-padang luas. Tak ada seorang
pendudukpun yang kembali.

Mari kita misalkan saja perpindahan penduduk secara besar-besaran itu terjadi di Mesir. Rakyat di sana selama
sekian generasi telah membangun kuil-kuil dan piramida, kota-kota, saluran-saluran air, dan jalan-jalan
menurut janji dalam kalender. Patung-patung yang sangat bagus dipahat dengan susah payah dari batu
dengan alat-alat yang primitif lalu dipasang pada bangunan-bangunan yang mentereng. Setelah pekerjaan
yang memakan waktu jutaan tahun itu selesai, mereka tinggalkan begitu saja, lalu pindah ke utara daerah yang
tandus. Perjalanan sejarah demikian itu agaknya kurang masuk di akal, karena dianggap gila. Semakin tidak
dapat difahami suatu prosedur, semakin banyak hal yang samar-samar dan semakin banyak pula percobaanpercobaan
untuk menginterpretasikan. Dugaan pertama yang dikemukakan ialah bahwa orang Maya itu diusir
oleh orang-orang asing yang menyerbu negerinya. Tetapi siapa yang dapat mengalahkan orang Maya yang
sedang ada di puncak kejayaan peradaban dan kebudayaannya?. Tak pernah ditemukan tanda-tanda bekas
adanya konfrontasi militer. Dugaan bahwa perpindahan itu disebabkan oleh perubahan iklim yang terlalu jauh,
masih dapat dipertimbangkan.Tetapi untuk dugaan
inipun tidak terdapat tanda-tanda yang dapat memperkuatnya. Jarak lurus yang ditempuh oleh orang-orang
Maya dari negeri lamanya ke perbatasan negeri barunya hanya 220 mil saja. Suatu jarak yang tidak cukup jauh
untuk menghindari malapetaka yang disebabkan oleh perubahan iklim. Keterangan bahwa orang-orang Maya
pindah ke sana karena di
amuk oleh wabah penyakit yang mengganas, harus pula diteliti secara serius. Selain itu kenyataan bahwa
keterangan ini bukan satu-satunya yang diajukan, buktinyapun tidak dapat sama sekali. Apakah ada
pertempuran di antara generasi-generasinya? Apakah kaum mudanya memberontak terhadap kaum tua ?
Apakah ada perang saudara atau revolusi? Kalau kita pilih satu di antara kedua kemungkinan itu, maka yang
menyingkirkan diri tentunya hanya yang kalah saja, sedangkan para pemenang dalam perang saudara atau
revolusi itu tentunya akan tetap tinggal di negeri lama. Penyelidikan di tempat-tempat arkeologis, menunjukkan
bahwa tidak seorang pun dari orang Maya yang tinggal menetap di tempat kediaman lamanya. Segenap
penduduk sekonyong-konyong berimigrasi meninggalkan tempat-tempat suci mereka dan membiarkannya tak
terurus menjadi hutan.
Saya ingin sekali menambahkan satu nada kepada konser pendapat ini, yakni suatu teori yang pembuktiannya
tidak akan lebih banyak dari pada interpretasi lainnya, tetapi tanpa mengingat adanya kemungkinan penjelasan
lain. Saya memberanikan diri untuk menyampaikan suatu sumbangan yang berani tetapi dengan penuh
keyakinan. Pada suatu waktu, jauh di masa silam para nenek moyang orang Maya dikunjungi oleh para “dewa”
yang saya duga para angkasawan, atau wisatawan ruang angkasa. Misalkan saja bahwa para nenek moyang
orang Amerika yang sudah berkebudayaan datang berimigrasi ke sana dari Timur purbakala. Terhadap asumsi
ini terdapat faktor-faktor yang memperkuatnya.

Di negeri orang Maya terdapat tradisi suci yang ditaati dengan patuh, tentang astronomi, tentang metematika,
dan tentang kalender. Para pendeta menjaga ketaatan setiap orang kepada tradisi, karena para “dewa” berjanji
bahwa suatu waktu mereka akan datang kembali. Mereka menciptakan suatu agama baru yang agung, agama
Kukulkan, yakni agama Ular Berbulu. Menurut tradisi kependetaan, para “dewa” akan datang kembali apabila
bangunan-bangunan besar telah selesai dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam siklus kalender.
Karena itu rakyat bergegas-gegas menyelesaikan kuil-kuil dan piramida sesuai dengan irama suci ini, karena
tahun penyelesaian itu diduga akan merupakan tahun kegembiraan. Di saat itu dewa Kukulkan akan datang
dari bintang-bintang untuk menguasai bangunan-bangunan, dan sejak saat itu hidup di antara umat manusia.
Pekerjaan telah selesai, tahun kedatangan para dewa diumumkan secara meluas, tetapi tidak terjadi apa-apa.
Rakyat menyanyi, bersembahyang, dan menanti sepanjang tahun. Budak belian, permata, padi-padian dan
minyak nabati dikurbankan, tetapi sia-sia. Sorga tetap bungkam dan bisu seribu bahasa. Tak ada kereta
perang sorga datang; tak ada terdengar suara guruh maupun guntur. Tak ada terjadi apa-apa, sama sekali
tidak ada apa apa. Bayangkan betapa kekecewaan para pendeta dan rakyat bila kemungkinan di ataslah yang
kita ambil sebagai hipotesa. Pekerjaan yang telah dikerjakan berabad-abad hanya sia-sia saja jadinya. Maka
timbullah keragu-raguan; Apakah ada kekeliruan perhitungan dalam kalender? Apakah para “dewa” mendarat
di tempat lain? Apakah mereka bersama-sama telah berbuat keliru?. Saya kira tahun mistik orang-orang Maya
itu, yakni permulaan kalender mereka terjadi tahun 3111 sebelum masehi. Bukti tentang ini terdapat dalam
tulisan-tulisan orang Maya. Kalau kita terima ini sebagai bukti maka antara tanggal ini dan permulaan
kebudayaan Mesir hanya akan terdapat gap beberapa ratus tahun saja. Abad atau zaman dongeng ini
agaknya asli, karena kalender Maya yang supercermat itu menyebutkan berulang-ulang. Kalau memang
demikian, kalender dan perpindahan sesuatu bangsa secara besar-besaran itu, bukanlah satu-satunya hal
yang membuat saya skeptis, karena penemuan-penemuan barupun mulai menampilkan keraguan. Dalam
tahun 1935, di Palenque telah ditemukan suatu relief yang barangkali melukiskan dewa Kukumatz yang di
Yucatan disebut Kukulkan. Kalau kita perhatikan relief ini secara jujur dan tanpa prasangka, lukisan ini malah
membuat kita lebih skeptis lagi. Relief itu melukiskan seorang manusia yang sedang membungkuk ke depan
seperti pembalap motor. Sekarang tiap anak akan menyebut kendaraannya, rocket. Kendaraan itu berbentuk
kerucut ke depan, kemudian ujungnya berubah menjadi lekukan-lekukan yang beralur, menyerupai lubang
pemasukan udara pada mesin jet, kemudian melebar ke belakang dan ekornya menyemburkan api.
Manusianya sendiri yang tampak seperti meringkuk itu dilukiskan seperti sedang menggerakkan alat-alat
kontrol yang tak kita kenal, sedangkan tumit kakinya seperti menempel pada semacam pedal. Pakaiannya
cocok; yakni celana pendek dengan ikat pinggang yang lebar, jacket dengan alat pembukanya yang modern
pada leher dan pita-pita yang pas sekali pada lengan dan kaki. Kalau kita bandingkan dengan gambar-gambar
serupa yang telah kita ketahui, kita akan kaget karena dalam gambar ini tidak terdapat tutup kepala yang rumit
itu. Yakni tutup kepala yang bergerigi, bertabung dan dengan sesuatu yang menyerupai antena. Angkasawan
kita yang satu di antaranya ialah yang digambarkan ini, tidak hanya membungkuk ke depan dengan tegang,
melainkan juga dengan mengamati aparat yang menggantung di depannya. Tempat duduk astronot yang ada
di depan itu, dipisahkan dari bagian belakang kendaraan oleh penopang-penopang. Di bagian belakang
terdapat kotak-kotak lingkaran, titik-titik dan spiral-spiral yang ditempatkan secara simetris. Apa yang kita
ketahui dari relief ini ? Tidak ada apa-apa ? Apakah segala sesuatu yang telah dihubung-hubungkan dengan
penerbangan ruang angkasa, hanya isapan jempol belaka?. Kalau relief batu dari Palenque ini dikeluarkan dari
rangkaian bukti-bukti, tentu harus diragukan integritas yang diberikan para sarjana atas penyelidikan pe
nemuan-penemuan yang belum ada itu. Bagaimana pun juga orang yang sedang menganalisa benda nyata, ia
tidak sedang melihat makhluk halus. Kalau kita lanjutkan pertanyaan kita maka kita dapat bertanya lebih lanjut:
Mengapa orang-orang Maya itu mendirikan kota mula-mula di hutan-hutan di tepi sungai atau di pantai ? Kota
Tikal misalnya terletak 109 mil jarak lurus dari teluk Honduras, 161 mil ke sebelah barat laut dari Teluk
Campeche, dan 236 mil jarak lurus ke sebelah utara dari Samudera Pasifik. Kenyataan bahwa orang-orang
Maya banyak mengetahui tentang laut, terbukti dari banyaknya terdapat benda-benda yang dibuat dari karang,
haremis dan kerang-kerang. Jadi mengapa lari ke hutan ? Mengapa mereka membuat waduk tempat
menampung air kalau mereka dapat bermukim di dekat air ? Di Tikal saja terdapat 13 kolam penampung air
dengan kapasitas 214.504 yard kubik. Mengapa mereka itu mutlak harus hidup, membangun, dan bekerja di
sini, bukan di tempat lain yang lebih “masuk akal ?”. Setelah bepergian jauh, orang-orang Maya yang kecewa
ini mendirikan kerajaan baru di Utara.

Dan sekali lagi di sinipun mereka mendirikan kota-kota, kuil, piramida,
sesuai dengan peraturan yang terlebih dahulu ditetapkan dalam kalender. Sekedar untuk menunjukkan
kecermatan dari kalender Maya, di bawah ini tercantum jangka waktu yang mereka pergunakan:
20 kins = 1 uninal atau 20 hari. 18 uninal = 1 tun atau 360 hari. 20 tun = 1 katun atau 7.200 hari.
20 katun = 1 baktun atau 144.000 hari.
20 baktun = 1 pictun atau 2.880.000 hari.
20 pictun = 1 calabtun atau 56.600.000 hari. 20 calabtun=kinchiltun atau 1.152.000.000 hari 20 kinchiltun = 1
tautun atau 23.040.000.000 hari.
Anak tangga terbuat dari batu yang menjulang di atas hutan hijau itu, bukanlah satu-satu nya bangunan yang
dibuat berdasarkan kalender tersebut. Observatorium pun banyak dibangun atas dasar kalender itu.
Observatorium di Chichen merupakan bangunan bundar pertama dan tertua yang dibangun oleh orang-orang
Maya. Bahkan sekarang pun setelah dipugar, bangunan itu masih berbentuk observatorium. Bangunan yang
berbentuk lingkaran itu menjulang tinggi di atas hutan dengan tiga teras. Di tengah-tengahnya suatu tangga
berbentuk spiral melilit ke atas menuju pos pengamatan yang paling tinggi. Di dalam kubahnya terdapat loketloket
dan lubang-lubang yang diarahkan kepada bintang-bintang, sehingga memberikan gambaran cakrawala
yang sangat mengesankan di malam hari. Dinding lingkaran luarnya berlukiskan topeng-topeng dewa hujan
dan gambaran seorang manusia bersayap. Memang diakui bahwa perhatian orang Maya kepada astronomi
bukanlah motivasi yang cukup bagi hipotesa kita mengenai hubungannya dengan cendekiawan di planet lain.
Banyaknya pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab sungguh membingungkan. Bagaimana orangorang
Maya mengetahui sesuatu tentang Uranas dan Neptune? Mengapa pos pengamat dalam observatorium
di Chichen tidak diarahkan kepada bintang-bintang yang paling cemerlang? Apakah arti dari relief batu di
Pelenque yang menggambarkan dewa sedang mengendarai rocket itu? Apa yang dimaksud oleh kalender
Maya dengan perhitungan 400.000.000 tahun? Dari mana mereka mendapat pengetahuan yang diperlukan
untuk menghitung tahun Surya dan tahun Venus sampai empat desimal? Siapakah yang memberikan
pengetahuan pada mereka tentang astronomi yang tak dapat kita fahami itu? Apakah setiap fakta merupakan
produk yang kebetulan dari intelek orang Maya atau apakah semua fakta menyembunyikan pesan revolusioner
bagi masa depan yang masih jauh, dilihat dari segi waktu mereka ?

Kalau fakta-fakta itu kita saring seperti memisahkan beras dari sekam, maka kita akan melihat bahwa masih
terdapat banyak inkosistensi dan hal-hal yang menggelikan yang harus dijernihkan oleh penelitian untuk
memecahkan setidak-tidaknya beberapa persoalan dari yang begitu banyak itu. Karena itu penelitian zaman
sekarang tidak boleh merasa puas bila dihadapkan pada apa yang di sebut “kemustahilan “. Saya masih
mempunyai ceritera yang agak mengerikan, yakni cerita tentang sumur keramat di Chichen Ptza. Dari
lumpurnya yang berbau busuk itu, Eduard Herbert Thomson berhasil mengangkat permata, benda-benda hasil
seni dan juga tulang kerangka anak-anak remaja. Ditarik dari risalah-risalah kuno, Diegode Landa menyatakan
bahwa di musim kering panjang, para pendeta biasanya berziarah ke sumur itu untuk meredakan kemurkaan
dewa hujan dengan jalan melemparkan anak-anak remaja pria maupun perempuan ke dalam sumur sambil
mengadakan upacara khidmat. Penemuan Thomson itu membenarkan pernyataan De Landa. Suatu ceritera
yang amat mengerikan, suatu ceritera yang juga mengangkat lebih banyak lagi pertanyaan dari dasar sumur
itu. Bagaimana timbulnya lubang air ini? Mengapa sumur itu disebut sumur keramat ? Mengapa justru hanya
sumur ini yang disebut keramat, padahal di sana banyak sumur-sumur seperti itu. ? Sumur yang mirip dengan
sumur di Chichen itu juga ada tersembunyi di hutan, hanya 76 yard dari observatorium Maya. Sumur ini
berukuran sama dengan sumur “sebenarnya”. Di dalamnya banyak ular dan kelabang berbisa, dan serangga serangga
yang suka menyengat. Pada dindingnya tumbuh tetumbuhan dengan lebatnya seperti di hutan itu
sendiri. Kedua sumur ini hampir sama dalam segala halnya. Baik dalamnya, airnya, mau pun bentuk sumurnya
sama. Warna airnya sama-sama berubah-ubah dari hijau ke coklat dan merah darah. Tak diragukan lagi
bahwa kedua sumur itu sama tua dan mungkin penyebab terjadinya pun sama,yakni karena benturan dari
batu-batu meteor. Sementara itu, para sarjana kontemporer, hanya berbicara tentang sumur keramat di
Chichen Ptza. Sumur kedua yang begitu serupa dalam segala hal, tidak cocok dengan teori-teori mereka,
walau- pun kedua sumur itu letaknya sama jauh dari puncak piramida terbesar yang disebut Castello, yakni
hanya 984 yard. Piramida ini milik dewa Kukulkan Ular Berbulu itu. Ular itu merupakan simbol hampir semua
bangunan di Maya. Memang mengherankan, bila rakyat yang lingkungannya penuh dengan flora yang subur
dan menjadi-jadi, dapat melupakan motif-motif bunga atau tumbuhan itu dalam lukisan-lukisan maupun relief
batu yang diciptakannya. Ular yang menjijikkan itu akan kita temui di mana-mana. Sudah sejak zaman dahulu
kala ular itu melata diatas debu dan kotoran tanah. Mengapa orang membayangkannya sebagai dapat
terbang? Ular telah dikutuk supaya merayap, karena melambangkan kejahatan; demikian anggapan orang
purbakala. Tetapi bagaimana makhluk yang menjijikkan ini sampai dipuja sebagai dewa dan dianggap bisa
terbang segala? Menurut orang Maya, ular dapat terbang. Dewa Kukulkan barangkali sesuai dengan dewa
Questzalcoatl yang datang belakangan. Apa yang dikatakan oleh dongeng orang Maya tentang Questzalcoatl
ini? Ia datang dari negeri asing, negeri matahari terbit, ia berjenggot dan memakai jubah putih. Ia mengajarkan
segala ilmu pengetahuan; seni, adat istiadat, dan hukum yang adil. Dikatakan bahwa di bawah pimpinannya
jagung berbuah sebesar manusia, kapas masih di pohon sudah berwarna. Setelah missinya selesai,
Quetzalcoatl pulang ke laut; mengajarkan ajaran-ajarannya dalam perjalanan, lalu naik kapal di tengah lautan.
Kapal itu membawanya ke bintang fajar. Perlu saya tambahkan di sini sekalipun sangat membingungkan
bahwa Quetzalcoatl pun menjanjikan akan datang kembali. Tentu saja tidak akan kekurangan keterangan
mengenai wajah orang tua yang budiman ini. Ia juga dihubung-hubungkan dengan semacam tugas
keagamaan, karena orang berjenggot amat jarang kalau tidak boleh dikatakan tak ada duanya digaris lintang
ini. Bahkan ada suatu anggapan yang berani sekali bahwa Quetzalcoatl itu tak lain dari Isa sebelum nabi lsa. Ini
tidak meyakinkan saya. Setiap orang dari zaman purbakala yang datang ke Maya, pasti akan melihat kereta
roda untuk mengangkut orang dan barang. Dalam hal ini sudah tentu salah satu tindakan pertama dari
seorang guru, seorang dewa seperti Quetzalcoatl ini, yang juga seorang pembawa missi, seorang kadi,
seorang dokter, seorang penasehat dalam banyak aspek praktis dari kehidupan; ialah mengajarkan kepada
orang orang Maya bagaimana menggunakan gerobak ini, tetapi kenyataannya orang Maya tak pernah menggunakannya.

Mari kita lengkapi kesimpang-siuran intelektuil ini dengan suatu ringkasan tentang keanehanehan
di masa silam yang samar-samar itu. Pada tahun 1900 para penyelam pencari Spons Yunani
menemukan rongsokan kapal di dasar laut di lepas pantai Antkythera, yang bermuatan patung-patung yang
terbuat dari pualam dan perunggu. Harta karun berupa karya seni patung ini, diangkat dan diselidiki. Hasil
penyelidikan menunjukkan bahwa kapal ini pasti tenggelam di sekitar zaman nabi Isa. Setelah barang-barang
rampasan itu dipilih, ternyata di antaranya terdapat suatu bongkah yang tak menentu bentuknya dan terbukti
jauh lebih penting dari pada patung-patung lainnya. Setelah diteliti lebih cermat, para akhli menemukan suatu
lembaran perunggu yang memuat tulisan-tulisan kuno, lingkaran-lingkaran, dan gambar-gambar roda gigi, di
dalam bongkah itu. Para akhli itu segera mengetahui bahwa tulisan-tulisan itu ada hubungannya dengan
astronomi. Setelah bagian-bagian lainnya dibersihkan, tampaklah suatu konstruksi aneh; yakni suatu mesin
biasa dengan jarum-jarum yang dapat digerakkan, skala-skala rumit, piringan-piringan dan pelat-pelat logam,
yang ada tulisannya. Mesin itu setelah bagian-bagiannya disusun kembali ternyata mempunyai lebih dari 20
roda-roda kecil, semacam roda diferensial, dan suatu roda kereta. Pada satu sisi terdapat suatu poros yang
kalau diputar dapat memutarkan seluruh piringan dengan kecepatan berputar yang berbeda-beda. Jarumjarum
terlindung oleh tutup dari perunggu yang di atasnya ada tulisan-tulisan panjang. Apakah dalam hal
“mesin dari Antkythera “ ini ada keraguan bahwa mekanik presisi telah digunakan pula di zaman purbakala?
Selain itu, mesin ini begitu rumit sehingga dapat diduga bahwa mesin tersebut bukan yang pertama kali dibuat.
Profesor Solla Price, menerangkan bahwa mesin itu mungkin sejenis mesin hitung khusus untuk menghitung
gerak bulan, matahari, dan mungkin planet-planet lain.

Tahun pembuatannya yang disebut tahun 82 sebelum masehi tidaklah penting. Yang penting ialah mencari
jawaban atas pertanyaan, siapakah yang membuat model pertama dari mesin planetarium mini ini? Kaisar
Frederik II dari Hohenstanfen, diduga telah membawa pulang sebuah tenda yang paling aneh dari Timur,
ketika ia kembali dari perjalanan perang salib dalam tahun 1299. Di dalam tenda itu berdiri sebuah motor jam.
Kita dapat melihat gerak bintang-bintang melalui celah atau lubang atap tenda yang berbentuk kubah. Sekali
lagi suatu planetarium di zaman kuno. Kita dapat membenarkan zaman adanya benda itu, karena kita
mengetahui bahwa pengetahuan mekanik yang diperlukan, memang sudah ada di zaman itu. Dugaan bahwa
sebelumnya telah ada pula planetarium, kita tolak, karena di zaman Yesus Kristus belum ada konsepsi langit
dengan bintang-bintang tetap dilihat dari bumi yang berputar. Bahkan akhli-akhli astronomi Cina dan Arab yang
berpengetahuan luas pun tak dapat menolong kita untuk mengenal fakta yang tak dapat difahami ini, dan
memang tak dapat disangkal bahwa Galileo Galilei baru dilahirkan 1.500 tahun kemudian. Jika anda pergi ke
Athena jangan sampai tidak melihat “mesin” dari Antkythera ini,yang dapat dilihat di musium Arkeologi
Nasional. Tentang planetarium tenda Frederik II, kita hanya mempunyai laporan tertulis. Berikut ini beberapa
hal lagi yang aneh-aneh yang diwariskan kepada kita dari zaman purbakala. Suatu sketsa tentang binatang
yang 10.000 tahun yang lalu mungkin tak pernah ada di Amerika Selatan, yakni unta dan singa; digambarkan
terdapat di atas batu karang di dataran tinggi padang pasir Marcahuasi 12.500 kaki di atas permukaan laut. Di
Turkestan para insinyur menemukan benda-benda berbentuk setengah bulat terbuat dari beling atau tembikar.
Asal-usul serta keperluannya, tak dapat diterangkan oleh para arkeologi. Di lembah kematian di Gurun Pasir
Nevada, terdapat reruntuhan sebuah kota purbakala yang diduga telah dihancurkan oleh malapetaka yang
dahsyat. Bahkan sekarang pun masih terlihat bekas-bekas batu yang meleleh. Panasnya letusan gunung
berapi tak mungkin cukup untuk melebur batu karang. Selain dari itu, panas letusan itu pasti terlebih dahulu
menghanguskan bangunan-bangunan. Sekarang hanya sinar laser yang mampu menghasilkan panas yang
diperlukan untuk itu. Sungguh aneh, tak selembar rumputpun dapat tumbuh di sini. Hadjat El Gulblle, yang
berarti Batu dari Selatan, di Lebanon beratnya lebih dari 2.000.000 pon. Batu-batu itu dihias, tetapi tangan
manusia tak mungkin pernah menggeser atau memindahkannya ke sana. Di Australia, di Peru, di Italia
Pegunungan, terdapat gambar-gambar artistik pada permukaan batu karang di tempat-tempat yang mustahil
bisa dicapai oleh manusia. Naskah tertulis pada piagam-piagam yang terbuat dari emas ditemukan di Ur,
Chaldea, menunjukkan bahwa ada “dewa” yang menyerupai manusia yang datang dari langit, yang
menghadiahkan piagam-piagam itu kepada para pendeta. Di Australia, Perancis, India, Lebanon, Afrika
Selatan dan Chili, terdapat “batu” hitam aneh yang banyak mengandung aluminium dan berylium. Penelitian
terakhir menyimpulkan bahwa batu-batu ini pasti telah pernah terkena oleh bom bardemen radio aktif dan
radiasi panas yang tinggi sekali di masa silam yang jauh. Lembaran sejarah bertulisan kuno di Sumeria
menunjukkan bintang-bintang tetap dengan planet-planetnya.

Di Rusia para arkeologis menemukan relief dari kapal angkasa yang terdiri dari sepuluh bola yang disesuaikan
dalam satu barisan yang berbentuk siku-siku, dan kedua sisinya didukung oleh pilar-pilar besar. Bola-bola itu
tersusun di atas pilar-pilar tadi. Dari penemuan-penemuan lain di Rusia, juga terdapat suatu patung kecil yang
terbuat dari perunggu. Patung itu menggambarkan satu makhluk jenis manusia yang berpakaian tebal, yang
lehernya bersambung rapat sekali dengan helm. Sepatu dan sarung tangannya pun tersambung demikian
ketat dengan pakaian seragam itu. Dalam Musium Britania, pengunjung dapat membaca hari-hari terjadinya
gerhana bulan yang telah terjadi maupun yang akan datang pada lembaran sejarah Babylonia. De Kunming
ibu kota propinsi Yunan di Cina, ditemukan pahatan atau ukiran-ukiran yang menggambarkan suatu mesin
berbalut silinder dan menyerupai roket yang sedang meluncur ke udara. Pahatan itu terdapat pada piramida
yang sekonyong-konyong muncul dari dasar Danau Kunming ketika terjadi gempa bumi hebat. Bagaimana
menjelaskan teka-teki ini dan lain-lainnya?. Kalau orang mencoba menolak tradisi lama seluruhnya dan
menyatakan sebagai palsu, menggelikan, tak mempunyai arti apa-apa, dan tidak relevan; itu hanyalah untuk
mengelak dari issue itu sendiri. Sama-sama tidak berasalan pula; jika semua yang telah dikatakan dan
dilakukan itu dianggap tidak cermat, tetapi kemudian menggunakannya lagi apabila kebetulan ada yang cocok
dengan maksud seseorang. Saya kira kelakuan mencegah orang yang mau melihat dan mendengar fakta atau
hipotesa, hanya karena mengkhawatirkan bahwa kesimpulan baru itu akan menarik para pendukung pola
pemikiran yangsudah terkenal, adalah suatu perbuatan pengecut. Pemberian ilham terjadi tiap jam dan tiap
hari di seluruh dunia. Alat-alat komunikasi modern terus menyebarkan penemuan-penemuan ke seluruh dunia.
Para sarjana dari segala bidang harus minta keterangan tentang suatu laporan mengenai masa silam, dengan
antuasiasme dan kreatifitas yang sama seperti yang mereka curahkan pada penyelidikan kontemporer.
Petualangan penemuan masa silam itu telah menyelesaikan tahap pertama nya. Sekarang petualangan kedua
yang mengasyikkan mengenai sejarah umat manusia dimulai dengan perjalanan manusia ke dalam kosmos.

No comments:

Post a Comment