Sunday, March 5, 2017

Pengalaman Bumi Dalam Ruang Angkasa




Pertanyaan, apakah penerbangan ruang angkasa mempunyai arti bagi manusia, masih belum lenyap dari
forum diskusi. Ketiadaan arti, baik sebagian maupun keseluruhan dari penyelidikan mungkin telah dibuktikan
oleh penetapan picik; dengan maksud supaya manusia jangan dulu mengutak-atik alam semesta kalau di bumi
sendiri masih terdapat banyak persoalan yang belum terpecahkan. Karena saya sama sekali tidak ingin
memasuki bidang ilmiah di mana masih banyak perbedaan pendapat yang tidak difahami oleh orang-orang
awam, maka saya hanya akan mengemukakan alasan-alasan yang nyata dan benar saja untuk menjelaskan
bahwa penyelidikan ruang angkasa mutlak perlu. Sudah sejak dahulu kala, keingintahuan dan kehausan akan
ilmu pengetahuan selalu mendorong manusia untuk terus-menerus mengadakan penyelidikan “Mengapa itu
terjadi?” dan “Bagaimana itu terjadi?”, adalah merupakan pertanyaan-pertanyaan yang selalu menjadi cambuk
bagi pengembangan dan kemajuan. Taraf penghidupan kita sekarang adalah hasil dari keresahan yang ditimbulkan oleh kedua pertanyaan itu. Alat-alat transport modern yang nyaman telah menyingkirkan segala kesulitan perjalanan yang dahulu harus dialami nenek moyang kita. Pekerjaan kasar yang dulu harus dikerjakan dengan tangan, sudah banyak yang dikerjakan dengan mesin. Sumber-sumber energi baru, preparat-preparat kimiawi lemari es, berbagai alat rumah tangga dan lain-lain, telah membebaskan kita dari pekerjaan-pekerjaan yang dulu hanya bisa dikerjakan dengan tangan. Ilmu pengetahuan telah menjadi teman yang menguntungkan bagi manusia, bukan teman yang durhaka. Bahkan pengetahuan mutakhir yang mengerikan itu yakni bom atom akan sangat bermanfaat bagi manusia. Sekarang banyak sekali ilmu pengetahuan yang cepat mencapai tujuannya. Dahulu photography membutuhkan waktu 112 tahun untuk dapat menghasilkan gambar yang cerah seperti sekarang. Tilpon baru siap untuk dipergunakan setelah 56 tahun. Radio memerlukan penyelidikan ilmiah selama 35 tahun, untuk mencapai taraf penerimaan yang sempurna. Tetapi penyempurnaan radar hanya membutuhkan waktu 15 tahun. Tahap-ta hap penemuan dan pengembangan yang membuka zaman baru, semakin lama semakin pendek. Televisi hitam putih sudah dapat memperlihatkan gambar di layarnya setelah diadakan penelitian 12 tahun, sedangkan pemanfaatan tenaga nuklir dalam bom atom hanya membutuhkan waktu 6 tahun. Semua ini merupakan contoh-contoh dari kemajuan teknik selama 50 tahun terakhir. Hebat dan bahkan sedikit mengerikan! Perkembangan akan terus semakin cepat mencapai tujuannya. Dalam waktu seratus tahun mendatang, sebagian besar dari impian manusia akan menjadi kenyataan.

Manusia dalam menempuh perjalanan hidupnya selalu menghadapi perlawanan dan peringatan. Tanpa menghiraukan pepatah kuno yang mengatakan bahwa air tempat hidup ikan dan udara tempat hidup burung, manusia akan menaklukkan kawasan-kawasan yang mungkin bukan tersedia baginya. Manusia terbang dengan melawan apa yang disebut hukum alam. Ia hidup berbulan-bulan di bawah permukaan air dalam kapal-kapal selam bertenaga nuklir. Sayap dan insang yang oleh pencipta manusia sendiri tak pernah dibuatkan, telah dibuat sendiri oleh manusia dengan segala kecerdasannya. Ketika Charles Linbergh memulai penerbangan dongengnya yang bertujuan ke Paris, jelas sekali bahwa sebenarnya ia tidak begitu perlu pergi ke Paris. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa manusia mampu terbang sendirian pergi ke Paris. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa manusia mampu terbang sendirian menyeberangi samudera Atlantik dengan aman. Tujuan pertama dari penerbangan ruang angkasa luar ialah bulan. Tetapi yang diinginkan oleh proyek baru ilmiah dan teknik ialah membuktikan bahwa manusia juga mampu menguasai ruang angkasa. Jadi, untuk apa penerbangan ruang angkasa itu? Hanya dalam beberapa ratus tahun lagi bumi kita ini sudah akan kelebihan penduduk. Menurut perhitungan statistik, jumlah penduduk dunia dalam tahun 2050 sudah akan menjadi 87 milyard orang berarti 335 orang tiap kilometer persegi. Berat juga memikirkannya. Obat penenang berupa teori-teori tentang bahan pangan dari laut atau mendirikan kota-kota di bawah permukaan laut, akan terbukti tidak cukup ampuh untuk dapat mengimbangi ledakan penduduk yang
lebih cepat dari pada dugaan para pendukung teori itu. Sekretaris Jenderal PBB U Than menaksir jumlah anak-anak di India yang terancam mati kelaparan ada sekitar 2.000.000 orang. Ini cocok dengan pendapat Dr. Herman Mohler dari Zurich, bahwa kelaparan sedang mencekam dunia. Telah terbukti, bahwa produksi pangan sedunia tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan penduduk, sekalipun teknik dan pemupukan secara besar-besaran sudah diterapkan. Untung ada bahan-bahan kotrasepsi kimiawi yang dapat menghambat kelahiran. Tetapi apa gunanya semua itu kalau kaum wanita tidak mau menggunakannya? Produksi pangan hanya akan seimbang dengan kenaikan jumlah penduduk, jika ada kemungkinan untuk menekan angka kelahiran menjadi separoh dalam tempo sepuluh tahun mendatang yakni sampai tahun 1980. Sayang sekali saya tidak begitu percaya kepada cara pemecahan yang rasionil ini, karena “nada perintang” berupa prasangka buruk yang seolah-olah berdasarkan norma agama tidak dapat ditembus secepat datangnya malapetaka yang mungkin ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk yang tidak terkendalikan.

Apakah dengan membiarkan jutaan orang mati kelaparan dari tahun ke tahun, lebih manusiawi dan lebih berdasarkan ketuhanan dari pada menahan kelahiran makhluk-makhluk lemah? Namun sekalipun misalnya suatu waktu pembatasan kelahiran berhasil dengan baik, sekalipun areal-areal pertanian diperluas dan panenan dilipatgandakan dengan cara yang sampai sekarang belum diketahui entah bagaimana, sekalipun perikanan menghasilkan lebih banyak pangan, sekali pun ladang-ladang rumput laut di dasar samudera menghasilkan lebih banyak pangan bergizi tinggi; misalnya semua itu dan lain-lain hal dapat terjadi, itu hanya akan menangguhkan atau mengulur waktu datangnya malapetaka kira-kira seratus tahun lagi. Saya yakin, bahwa suatu waktu manusia akan bermukim di planet mars dan akan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan setempat seperti yang mungkin dilakukan oleh orang-orang Eskimo kalau mereka dipindahkan ke Mesir. Planet-planet yang dicapai oleh kapal-kapal ruang angkasa raksasa akan ditempati oleh cucu-cucu kita. Mereka akan berkoloni di sana, persis seperti Amerika dan Australia yang dulu pernah dikolonisasikan. Itu sebabnya maka kita harus benar-benar menekankan penyelidikan ruang angkasa itu. Kita harus mewariskan kesempatan hidup kepada anak cucu kita. Setiap generasi yang melalaikan tugas ini berarti menjerumuskan seluruh umat manusia pada kematian karena kelaparan pada suatu waktu di masa mendatang. Sekarang, masalah penyelidikan abstrak yang hanya merupakan kepentingan para sarjana saja, bukan zamannya lagi. Perkenankanlah saya memberikan kesan kepada siapa saja yang tidak merasa bertanggung jawab atas masa depan umat manusia, bahkan hasil dari penyelidikan ruang angkasa telah menghindarkan bumi dari perang dunia ketiga. Bukankah rasa takut akan kehancuran total dari dunia telah berhasil mencegah negara-negara besar untuk menyelesaikan pertikaian mereka dengan perang secara besar-besaran? Sekarang tak perlu seorang pun dari tentara Rusia mendarat di Amerika untuk menyulap Amerika Serikat menjadi padang pasir. Sebaliknya tak perlu seorang pun dari tentara Amerika Serikat harus mati di tanah Rusia disebabkan oleh radio aktifitas Tanah  yang terkena serangan bom atom. Barang kali menggelikan kedengarannya, kalau dikatakan bahwa peluru kendali antar benualah yang pertama menjamin adanya perdamaian relatif. Kadang-kadang orang berpendapat bahwa uang bermilyar-milyar dollar lebih baik dipakai membantu Negara negara yang belum berkembang dari pada dipakai untuk membiayai penyelidikan ruang angkasa. Anggapan ini tidak benar. Negara-negara industri dalam membantu negara-negara terbelakang, bukan semata-mata sebagai derma atau sumbangan cuma-cuma atau karena alasan-alasan politik. Mereka juga ingin membuka pasar-pasar baru bagi hasil industrinya. Dilihat dari segi jangka panjang bantuan yang dibutuhkan Negara negara yang belum berkembang, maka tujuan pemberian bantuan itu sendiri tidak relevan. Di India terdapat kira-kira 1,6 milyar tikus yang masing-masing memakan 10 pon pangan setiap tahunnya. Tetapi negara tidak berani membasmi orang India yang beriman wajib melindungi tikus. India juga memiliki 80.000.000 lembu biasa, bukan sapi perah. Sapi-sapi itu tak boleh pula dijadikan hewan penarik kereta, dan tak boleh dipotong.

Bagi negara terbelakang yang kemajuannya terhalang oleh banyak tabu dan hukum akan dibutuhkan waktu beberapa generasi untuk menyingkirkan takhyul, kebiasaan-kebiasaan dan upacara yang sebenarnya membahayakan kehidupan. Dalam hal ini, alat-alat komunikasi zaman penerbangan ruang angkasa seperti; surat kabar, radio dan televisi juga menolong kemajuan dan meringankan beban. Dunia semakin menjadi sempit. Kita dapat lebih saling mengenal satu sama lain dan dapat belajar lebih banyak dari orang lain. Tetapi untuk sampai kepada kesadaran bahwa batas-batas antar bangsa-bangsa sudah ada di masa lampau, tentu diperlukan penerbangan ruang angkasa. Peningkatan teknologi akan menyebar luaskan kesadaran bahwa betapa kecilnya arti dari manusia dan benua di tengah-tengah alam semesta ini, dan akan menjadi pendorong serta perangsang terbentuknya kerja sama dalam penyelidikan ruang angkasa. Di setiap zaman, umat manusia membutuhkan suatu kata pemberi semangat supaya mampu muncul di atas segala permasalahan dan dapat sampai kepada kenyataan yang tampaknya seolah-olah mustahil dapat dicapai.

Suatu faktor besar yang memberikan argumentasi penting bagi penyelidikan ruang angkasa dalam zaman industri ialah timbulnya cabang-cabang industri baru, di mana ratusan ribu buruh yang kehilangan pekerjaan karena adanya otomatisasi bisa mendapat sumber penghidupan. Industri ruang angkasa telah mengalahkan industri-industri mobil dan baja, dan sebagai pemimpin di pasar. Lebih dari 4.000 macam barang, eksistensinya disebabkan oleh adanya penyelidikan ruang angkasa. Barang-barang itu sebenarnya merupakan hasil sampingan dari penyelidikan untuk tujuan-tujuan yang lebih penting. Barang-barang hasil sampingan ini sekarang sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa ada yang menanyakan dari mana asalnya. Mesin hitung elektronik, pemancar mini, pesawat penerima mini, transistor dalam radio dan televisi; semuanya ditemukan karena adanya penyelidikan. Demikian juga wajan penggoreng yang di dalamnya demikian licinnyasehingga makanan tidak melekat. Instrumen-instrumen presisi dalam pesawat terbang, sistem pengawasan daratan yang otomatis, kemudi-kemudi otomatis dan komputer-komputer yang berterbangan begitu cepat; semuanya merupakan bagian dari penyelidikan ruang angkasa yang amat sulit, bagian dari program pengembangan yang juga mempunyai efek pada kehidupan sehari-hari. Barang atau hal-hal yang tidak difahami oleh orang awam banyak sekali jumlahnya, seperti proses pengelasan, proses pelumasan dalam ruang yang sama sekali hampa udara, sel-sel photo elektris dan sumber-sumber energi mini yang dapat dipakai untuk menempuh jarak yang tak terhingga jauhnya. Biaya yang diperoleh dari pajak, yang di masukkan ke dalam biaya penyelidikan ruang angkasa, mengalir kembali dengan derasnya kepada para pembayar pajak yaitu berupa investasi besar. Bangsa-bangsa yang tidak berpartisipasi sedikit pun dalam penyelidikan ruang  angkasa, akan digenangi oleh revolusi teknik. Sebutan-sebutan atau nama-nama seperti Telstar, Echo, Relay,  Trios, Mariner, Ranger dan Syncom, adalah merupakan papan penunjuk arah pada jalan yang ditempuh  penelitian yang sangat menarik itu. Sumber-sumber energi di bumi suatu waktu akan habis, Program penerbang n ruang angkasa pun suatu waktu akan menjadi vital, karena kita memerlukan zat-zat nuklir dari planet mars atau planet lain untuk penerangan kota dan untuk pemanasan rumah-rumah di musim dingin. Oleh karena sekarang pusat-pusat tenaga atom itu sudah merupakan sumber energi termurah, maka masa produksi industri akan tergantung kepada pusat-pusat tenaga ini apabila sumber energi bumi sudah habis.

Setiap hari kita akan dibanjiri hasil-hasil penelitian. Maka penerusan ilmu pengetahuan dari ayah kepada anak
yang dilakukan secara santai itu akan berakhir. Montir radio yang memperbaiki pesawat radio dengan
peralatan yang serba tombol pijit, harus banyak mengetahui tentang teknologi transistor dan tentang gambargambar
sirkuit yang rumit, yang biasanya dicetak pada lembaran-lembaran plastik itu. Tidak lama lagi ia akan
harus menggunakan kemampuan komponen mikroelektris. Apa yang telah diajarkan kepada magang harus
segera diisi dengan pengetahuan baru. Kalau seorang akhli di zaman nenek moyang kita benar-benar
menguasai suatu keakhlian selama masa kehidupannya, pengetahuannya tidak bertambah; para akhli zaman
sekarang dan masa mendatang harus terus-menerus menambah pengetahuannya dengan hal-hal yang baru.
Apa yang ada dan baik sekarang, esok hari sudah menjadi usang. Walaupun umur matahari itu jutaan tahun,
namun pada suatu waktu pasti akan padam juga. Dan bila saat itu tiba, malapetaka akan segera tiba sebelum
ada negarawan sinting yang menggerakkan alat-alat penghancur bumi.
Suatu peristiwa kosmis yang tak terduga dan tak terperhitungkan, dapat mendatangkan keruntuhan total bagi
bumi. Belum ada orang yang sudah memikirkan kemungkinan itu. Mungkin inilah salah satu alasan bagi orang
yang ikhlas untuk mencari kehidupan akhirat atau kehidupan nirwana dalam salah satu dari sekian banyak
agama dan kepercayaan.

Menurut pendapat saya penelitian ruang angkasa bukan hasil pilihan bebas manusia, melainkan suatu
kewajiban batin yang harus diikutinya, manakala ia meneliti proses masa depannya dalam alam semesta.
Persis sebagaimana telah saya nyatakan dalam hipotesa, bahwa kita pernah menerima kunjungan tamu dari
ruang angkasa, saya juga berasumsi bahwa kita ini bukanlah satu-satunya intelegensia yang ada dalam
kosmos . Ya, bahkan saya menduga bahwa dalam alam semesta ini ada yang lebih tua dan lebih maju dari
kita. Jika sekarang saya nyatakan pula bahwa semua intelegensia sedang melaksanakan penelitian ruang
angkasa menurut prakarsa masing-masing, maka sejenak, saya ini betul-betul sudah memasuki dunia khayal
alamiah, padahal saya menyadari sepenuhnya bahwa ini berarti sama dengan memasukkan kepala saya ke
dalam sarang tawon. “Piring Terbang” telah kelihatan di sana-sini, sekurang-kurangnya sudah sejak duapuluh
tahun yang lalu. Dalam buku-buku tentang piring terbang benda-benda itu disebut UFO, singkatan dari
Unidentified Flying Objects yang berarti benda-benda asing yang beterbangan. Tetapi sebelum saya
membicarakan UFO yang misterius dan mengasyikkan ini, saya ingin menyebut suatu argumentasi penting
yang digunakan orang tentang ruang angkasa.

Argumentasi itu mengatakan bahwa penelitian ruang angkasa itu tidak menguntungkan. Tak ada satu negara
betapapun kayanya, yang sanggup menyediakan uang untuk membiayainya tanpa mengambil risiko
kebangkrutan nasional. Memang penelitian itu sendiri tak pernah menguntungkan. Hasil yang menguntungkan
hanyalah investasi. Dan pada tahap sekarang, tidaklah layak mengharapkan keuntungan dan amortisasi dari
penelitian ruang angkasa ini. Di samping itu, belum pernah dibuat suatu neraca mengenai penerimaan 4.000
macam hasil sampingan dari penelitian ruang angkasa. Saya sendiri sama sekali tidak mempunyai keraguan,
bahwa penelitian ruang angkasa pasti akan memberikan keuntungan yang tak pernah diberikan oleh penelitian
lainnya, yang manapun juga. Kalau penelitian ruang angkasa ini telah mencapai tujuannya, ia bukan hanya
akan menguntungkan, melainkan juga akan menyelamatkan umat manusia dari keruntuhan dalam arti kata
yang sebenarnya. Secara kebetulan, serentetan satelit-satelit Comsat sudah menyuarakan rencana-rencana
komersil. Pada bulan Nopember 1967, sebuah majalah Jerman “Der Stern” menulis “Kebanyakan mesin
kedokteran buatan Arnerika, yang.dapat menyelamatkan jiwa itu adalah merupakan hasil evaluasi sistematis
dari hasil penelitian atom, penerbangan ruang angkasa, dan teknologi militer. Barang-barang itu merupakan
hasil kerja sama baru antara raja-raja industri dan rumah sakit di Amerika, yang hampir setiap hari
menyebabkan dunia pengobatan mencapai keberhasilan”. “Jadi Locheed Company yang membuat pesawat
tempur Star Fighter, dan Mayo Clinik yang terkenal itu, bekerja sama untuk mengembangkan sistem
perawatan baru berdasarkan teknik-teknik komputer. Para perancang perusahaan penerbangan North
American Aviation sesuai dengan anjuran dari para akhli kedokteran bekerja dengan ‘Sabuk emphysema’ yang
dibuat untuk memudahkan pernafasan para pasien yang mendapat gangguan paru-paru. Para pejabat ruang
angkasa dari Nasa telah menciptakan suatu alat yang sebenarnya dirancang untuk mengukur kekuatan
benturan batu-batu meteor micro pada badan kapal ruang angkasa, tetapi dapat juga digunakan untuk
mencatat kekejangan otot halus dalam penyakit syaraf”. “Hasil sarnpingan lain dari teknologi komputer Amerika
yang dapat menyelamatkan jiwa, ialah ‘mesin denyut jantung’.

Sekarang lebih dari 2.000 orang Jerman hidup
dengan bantuan mesin demikian, yang dipasang dalam rongga dadanya. Mesin itu berupa generator mini yang
digerakkan oleh batu batre, dan dipasang di balik kulit. Para dokter memasang hubungan antara mesin ini dan
telinga kanan dari jantung melalui rongga atas pembuluh balik. Dengan demikian jantung dapat dirangsang
untuk berdenyut secara teratur oleh denyutan-denyutan arus listrik lemah. Apabila batre ‘mesin jantung’ ini
habis setelah tiga tahun harus diganti dengan yang baru melalui operasi kecil. Mesin ajaib ini sekarang telah
disempurnakan oleh perusahaan listrik, General Electric. Tahun yang lalu perusahaan ini membuat model baru
yang disebut twospeed model. Apabila si pemakai alat ini ingin bermain tenis, atau ingin lari mengejar waktu
pemberangkatan kereta api, ia hanya tinggal menggerak-gerakkan sebatang magnit batangan bagian
tubuhnya yang di dalamnya dipasang mission itu. Dengan demikian jantungnya akan berdenyut lebih cepat”.
Demikian tulis Majalah itu. Itu merupakan dua contoh yang lebih rumit, dari hasil sampingan penelitian ruang
angkasa. Masih adakah orang yang sanggup mengatakan bahwa penelitian itu tak ada faedahnya? Dengan
judul “Perangsang dari Roket Bulan” surat kabar “Die Zut” terbitan bulan Nopember 1967, memuat laporan
sebagai berikut: “Konstruksi kendaraan ruang angkasa yang di buat khas untuk pendaratan empuk di atas
permukaan bulan, telah banyak menarik sepintas perhatian dari para pembuat mobil. Mereka ingin mengetahui
bagaimana konstruksi itu tahan terhadap keadaan benturan yang dapat menghancurkan kendaraan itu sendiri.
Karena sekalipun tidak mungkinuntuk membuat kendaraan bermotor yang dapat menyelamatkan
penumpangnya terhadap segala jenis tubrukan, namun konstruksi yang digunakan dalam penerbangan ruang
angkasa itu dapat mengurangi risiko kehancuran manakala terjadi tubrukan atau benturan.Lembaran lembaran
logam yang disebut ‘sarang lebah’ yang sekarang semakin banyak dipergunakan dalam pembuatan
pesawat terbang modern, dapat meningkatkan daya tarik tanpa menambah beratnya. Lembaran-lembaran
logam semacam itu telah dicoba pula dalam pembuatan mobil. Alas mobil penjelajah daratan yang sekarang
dalam eksperimen, dibuat dari lembaran ‘sarang lebah’ itu.”. Setiap orang yang mengetahui keadaan penelitian
ruang angkasa sekarang serta daya dorongnya yang berkembang terus, tentu tidak sanggup lagi mengatakan
“Bagaimanapun tak akan mungkin mengadakan penerbangan antar bintang atau antar planet”. Generasi
penerus kita akan melihat kemustahilan ini menjadi kenyataan.

Kelak, orang akan membuat kapal-kapal ruang angkasa raksasa dengan mesin bertenaga raksasa pula,
seperti yang telah dibuktikan oleh Rusia ketika dalam tahun 1967 mereka berhasil menggabungkan dua kapal
ruang angkasa tak berawak mejadi satu di ruang stratosfir. Suatu bagian dari penelitian ruang angkasa
sekarang sudah bekerja dengan menggunakan layar pelindung seperti pelangi listrik, yang dibentangkan di
depan kapsul dengan maksud untuk mencegah atau mengelakkan benturan partikel-partikel. Sekelompok
sarjana fisika kenamaan, sekarang sedang berusaha menemukan apa yang dikenal dengan nama “tachyon”,
yaitu partikel yang baru ada dalam teori, yang diduga dapat bergerak lebih cepat dari cahaya dan batas
kecepatan terendahnya ialah kecepatan
cahaya. Para sarjana yakin bahwa tachyon rnemang ada. Sekarang hanyalah tinggal membuktikan
eksistensinya secara ilmiah. Pembuktiannya telah dilakukan dalam pembuktian neutrinos dan anti matter.
Akhirnya saya ingin bertanya kepada mereka yang menentang penerbangan ruang angkasa: Apakah anda
benar-benar percaya bahwa beberapa ribu orang terpandai dari zaman kita ini telah menghambur-hamburkan
waktu dan tenaga mereka hanya untuk mencapai tujuan-tujuan utopis atau yang tak berarti ?
Izinkahlah saya menyelesaikan persoalan UFO, dengan tegas dengan mengabaikan resiko bahwa hal tersebut
tidak mendapat tanggapan serius. Jika tidak ada tanggapan serius, saya masih dapat menghibur diri dengan
keyakinan, bahwa orang terkemuka beserta saya.

UFO telah dilihat orang di mana-mana; di Amerika, di Philipina, di Jerman Barat dan di tempat-tempat lain. Mari
kita misalkan saja bahwa 98 persen dari orang-orang yang mengaku telah melihat UFO, sebenarnya hanya
melihat bola petir atau balon cuaca, atau pembentukan awan aneh, atau pesawat udara jenis baru yang tak
dikenal atau bahkan mungkin akibat-akibat ganjil dari cahaya dan bayangan di kala senja. Tak diragukan lagi,
kebanyakan orang telah menjadi korban penyakit jiwa. Mereka mengaku telah melihat sesuatu yang
sebenarnya tidak ada di tempat yang dilihatnya. Dan sudah tentu banyak juga para pencari berita yang ingin
memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri, dari hasil observasi orang-orang yang dianggap benar itu.
Mereka membuat judul artikel koran dengan huruf besar-besar bagi para pembaca yang pandir. Kalau dari
sekian banyak orang yang mengaku telah melihat UFO itu kita pisahkan orang-orang sintingnya, pendustanya,
orang-orang sakit jiwanya dan para penjual sensasinya; maka sisanya yang berupa para pengamat yang waras
otaknya, dapat dihitung dengan jari tangan. Dalam jumlah itu termasuk juga mereka yang tugasnya memang
mengenali peristiwa-peristiwa di langit.

Seorang ibu rumah tangga mungkin membuat kesalahan serupa dengan kesalahan yang dibuat oleh seorang
petani di Wild West.Tetapi jika seorang penerbang yang sudah banyak berpengalaman mengatakan telah
melihat UFO, sukar sekali untuk mencap dirinya sebagai pembual besar, karena penerbang berpengalaman
mengetahui benar apa yang disebut; bola petir, bayangan, dan balon cuaca. Sebab reaksinya terhadap
penglihatan-penglihatan semacam ini, dan juga daya tangkapnya yang jitu, selalu diuji secara teratur.
Beberapa jam sebelum dan selama terbang ia dilarang minum-minuman keras. Dan seorang penerbang dari
perusahaan penerbangan sangat kecil kemungkinannya berdusta, kalau ia tidak ingin kehilangan jabatannya
yang empuk dan bergaji besar itu. Namun demikian, kalau yang berbicara itu bukan seorang saja, melainkan
sekelompok penerbang yang di dalarnnya termasuk juga penerbang angkatan udara, maka mau tidak mau
kita harus mendengarkan ceritera mereka itu. Saya sendiri tidak mengetahui apa UFO itu. Saya tidak
mengatakan bahwa UFO itu telah dibuktikan memang benar ada, bahwa benda-benda terbang itu berasal dari
intelegensia tak dikenal; sekalipun kemungkinannya besar sekali. Sayang sekali, selama perjalanan keliling
saya tak pernah melihat UFO dengan mata kepala sendiri. Tetapi saya dapat mengajukan risalah yang masuk
akal dan telah disahkan kebenarannya, seperti berikut: “Tanggal 5 Peberuari 1965, Departemen Pertahanan
Amerika Serikat mengumumkan bahwa bagian Khusus Urusan UFO telah ditugaskan untuk menyelidiki
kebenaran laporan yang dibuat oleh dua orang operator radarnya. Kedua orang operator ini pada tanggal 29
Pebruari 1965 dengan radarnya telah menangkap dua buah UFOdi lapangan udara Angkatan Laut di
Maryland. Benda-benda tak dikenal itu terbang mendekati lapangan udara dari arah Selatan dengan
kecepatan 4.350 mil perjam. Tiga puluh mil di atas lapangan udara tesebut, benda-benda itu membelok
dengan tajam sekali dan menghilang dari layar radar. Pada tanggal 3 Mei 1964,beberapa orang di Canberra
Australia dan beberapa meteorologi melihat benda besar bercahaya terbang menyeberangi cakrawala pagi ke
jurusan Timur Laut. Dalam wawancara dengan utusan-utusan dari Nasa, para saksi mata kepala sendiri itu
menerangkan bagaimana benda itu jungkir balik di angkasa dan bagaimana sejumlah benda yang lebih kecil
menyerbu benda besar itu. Benda-benda kecil itu mengeluarkan cahaya merah yang menyilaukan kemudian
menghilang, sedangkan “benda” yang besar menghilang ke jurusan Barat Laut. Salah seorang meteorologis
itu berkata: “Sebelum ini saya selalu mencemoohkan ceritera-ceritera tentang UFO. Tetapi sekarang saya tidak
tahu apa yang harus saya katakan tentang itu”.

Tanggal 23 Nopember 1953, sebuah benda terbang tak dikenal tertangkap oleh radar di Lapangan Udara
Militer di Michigan. Letnan Udara R. Wilson yang ketika itu kebetulan sedang berlatih dengan pesawat tempur
jet F-86 diizinkan untuk mengejar “benda” itu. Para awak radar, dengan radarnya mengikuti Wilson mengejar
benda tak dikenal itu sejauh 160 mil. Pada layar radar tampak bahwa kedua benda terbang sekonyongkonyong
menjadi satu. Panggilan-panggilan dengan radio kepada Wilson tidak dijawab. Daerah tempat
terjadinya peristiwa yang tak dapat difahami itu, selama beberapa hari berikutnya dibom oleh pasukan
penyelidik; dan daerah dekat Lake Superior, diperiksa karena terdapat bekas oli berceceran. Tetapi mereka
tidak menemukan apa-apa. Jejak letnan penerbang Wilson beserta pesawat terbangnya tak ditemukan. Pada
tanggal 13 September 1965 di pagi buta, sersan polisi Eugine Bertrand bertemu dengan wanita yang sedang
duduk di belakang ke mudi mobilnya di suatu by pass Exetee, New Hampshire. Wanita itu tidak mau
melanjutkan per jalanannya, karena ia telah dikejar-kejar oleh benda terbang besar sekali berwarna merah
menyilaukan sejauh sepuluh mil sampai Route 101; kemudian benda itu menghilang ke dalam hutan. Mulamula
sersan polisi yang sudah berumur dan agak berkepala dingin itu menganggap wanita itu sinting.
Kemudian ia mendengar laporan yang serupa dari patroli lain melalui radio mobilnya. Temannya Gene Toland
yang ada di Markas Besar memanggil dia supaya lekas kembali, karena di Markas Besar pun ada seorang
pemuda yang menceriterakan hal yang serupa dengan ceritera wanita itu. Si pemuda itu sedang mencari
perlindungan karena merasa dikejar-kejar oleh benda bercahaya merah yang menyilaukan. Setengah segan
pemuda itu beserta Bertrand berangkat mengendarai mobil patroli dengan keyakinan bahwa ceritera yang lucu
itu merupakan keterangan yang masuk akal. Mereka menyelidiki daerah itu selama dua jam, kemudian pulang.

Dalam perjalanan pulang mereka melewati sebidang tegalan, di mana terdapat enam ekor kuda. Keenam ekor
kuda itu sekonyong-konyong bersama-sama berebutan ke luar dari tegalan itu. Pada saat yang hampir
bersamaan, tegalan itu dan sekitarnya bermandikan cahaya merah menyala. “Itu lihat itu” seru seorang polisi
muda. Ya, sebuah benda merah menyala-nyala yang bergerak pelan-pelan dan tanpa bersuara menuju
mereka, mengapung di atas pohon-pohon. Bertrand menilpon temannya Toland, memberitahukan bahwa baru
saja ia telah melihat benda terkutuk itu dengan mata kepala sendiri. Sekarang pertanian dekat jalan itu dan
bukit di dekatnyapun bermandikan cahaya merah menyala-nyala. Mobil patroli kedua berhenti dekat mereka.
‘Sialan” ucap Dave. “Aku mendengar kau dengan Toland saling meneriaki lewat radio. Kukira kalian gila. Tetapi
coba, lihatlah itu!”. Berkenaan dengan peristiwa itu, lima puluh orang saksi mata yang dianggap dapat
dipercaya telah diperiksa kemudian. Di antara yang diperiksa itu terdapat meteorologis, dan anggota Pengawal
Pantai. Dengan perkataan lain orang-orang yang tak mungkin tidakdapat membedakan balon cuaca dengan
helikopter, atau suatu satelit yang jatuh dengan lampu navigasi dari sebuah kapal udara. Laporan itu hanya
berisi kenyataan-kenyataan yang telah terjadi, tetapi tidak mengandung keterangan tentang benda terbang
yang tak dikenal itu. Tanggal 5 Mei 1967 wali kota Marliens di Cote-d’oz, Monsieur Malliotte, menemukan
lubang aneh di ladang semanggi yang letaknya 680 yard dari jalan. Ia menemukan pula sebuah lingkaran
bergaris tengah 15,5 kaki, dalamnya satu kaki. Dari lingkaran ini, jaluran-jaluran sedalam 4 inci menjalur ke
luar. Lingkaran dan jalur-jalur itu memberikan kesan. seolah-olah suatu kisi logam yang amat berat telah
ditekankan dari atas ke dalam tanah. Pada ujung jalur-jalur itu terdapat lubang-lubang sedalam satu kaki dua
inci, seperti bekas di tekan oleh “kaki” di atas kisi itu. Suatu ciri atau bekas yang sangat mengherankan ialah
debu berwarna putih kejingga-jinggaan, yang mengendap di dalam jalur-jalur dan lubang-lubang itu. Saya
sendiri telah melihat tempat dekat Miliens ini. Makhluk halus atau hantu tak mungkin meninggalkan bekasbekas
seperti itu.

Apa yang akan kita perbuat dengan laporan ini? yang diperbuat orang bahkan oleh
perhimpunan kebatinan tentang apa yang pernah mereka lihat biasanya suka mematahkan semangat kita. Apa
yang mereka perbuat, hanya mengaburkan pandangan kita atas kenyataan, dan menghalangi para sarjana
yang serius menangani phenomena yang telah diuji kebenarannya, karena mereka takut pernyataannya itu
akan membodohi dirinya sendiri. Tanggal 6 Nopember 1967, dalam acara televisi Jerman berjudul “Serbuan
dari Kosmos?” seorang kapten dari pesawat udara perusahaan penerbangan Luftansa, menceriterakan suatu
kejadian, di mana dia beserta empat orang awak kapal melihatnya dengan mata kepala sendiri. Pada tanggal
15 Pebruari 1967, kira-kira sepuluh atau lima belas menit sebelum mendarat di San Fransisco, mereka melihat
suatu benda terbang bergaris tengah kira-kira 33 kaki dekat pesawat terbang mereka. Benda itu bercahaya
menyilaukan dan terbang beberapa saat di samping pesawat mereka. Mereka mengkhabarkan apa yang
mereka lihat itu kepada Universitas Colorado. Universitas ini karena tidak mendapat penjelasan lebih lanjut
mengira bahwa benda terbang itu merupakan bagian dari roket yang telah diluncurkan sebelumnya, yang
sedang jatuh ke bumi. Kapten pilot itu menjelaskan bahwa ia yang telah mempunyai pengalaman terbang lebih
dari sejuta mil beserta rekan-rekannya, tidak dapat percaya bahwa benda sebesar itu, yang sedang jatuh
bebas ke bumi, dapat diam di udara selama lebih dari seperempat jam dan terbang berdampingan dengan
pesawat terbangnya sendiri. Apalagi benda terbang tak dikenal itu dapat dilihat orang dari permukaan bumi
selama hampir tiga perempat jam. Pilot Jerman ini sudah tentu bukan pengkhayal. Pada tanggal 21 dan 23
Nopember 1967, muncul dua buah laporan Die Suddentsche Zei tune. Munich. Beograd, koresponden dari
Amerika melaporkan: “Beberapa UFO telah terlihat di atas beberapa daerah di Eropa sebelah Tenggara. Pada
suatu akhir pekan, seorarig astronom amatir telah memotret tiga buah dari benda-benda langit yang cemerlang
ini. Sementara para akhli mengemukakan pendapatnya tentang potret ini dalam surat-surat kabar Yugoslavia,
laporan tentang UFO lebih banyak lagi telah dilihat di daerah pegunungan Montenegro, di mana benda-benda
itu diduga telah menimbulkan kebakaran hutan. Laporan-laporan ini datang terutama dari kampung Ivangrad di
mana penduduknya bersumpah bahwa selama beberapa hari, tiap malam mereka melihat benda-benda langit
yang diterangi dengan sangat menyilaukan. Para pejabat pemerintahan setempat membenarkan bahwa di
daerahnya telah sering terjadi kebakaran hutan, tetapi sebegitu jauh belum diketahui apa yang menyebabkan”.
UPI melaporkan: “Sebuah UFO telah muncul di atas ibu kota Bulgaria, Sofia. Menurut laporan dari kantor
berita Bulgaria BTA, UFO itu dapat di lihat dengan mata telanjang. BTA melaporkan bahwa benda terbang itu
lebih besar dari bundaran matahari dan kemudian berubah bentuk menjadi trapeze. Benda terbang itu diduga
telah memancarkan sinar yang amat kuat. Benda itu telah pula terlihat oleh teropong bintang di Sofia.

Dari hasil
kerja sama antara Institut Hidrologi dan Institut Meteorologi Bulgaria dikatakan bahwa benda terbang itu
bergerak dengan kekuatannya sendiri. Benda itu terbang kira-kira 18 mil di atas permukaan bumi”. Orang
menghalangi jalan menuju penelitian serius, dengan ketololan. Ada kelompok “orang perantara” yang
mengakui selalu berhubungan dengan makhluk-makhluk alam luar. Ada pula orang-orang yang
mengembangkan gagasan-gagasan keagamaan, yang hanya dikarang-karang saja dari phenomena yang
sampai sekarang tidak jelas. Atau membuat suatu falsafah hidup yang bengis dari phenomena itu, atau
mengaku telah menerima perintah dari awak UFO untuk menyelamatkan umat manusia. Pada International
World Congress dari para penyelidik UFO, di musim gugur tahun 1967, Profesor Hermann Oberth, yang
dikenal sebagai “Bapak dari penerbangan ruang angkasa” dan guru dari Wernher Von Braun, mengatakan
bahwa “UFU-UFO itu masih merupakan persoalan ekstra ilmiah, tetapi UFO-UFO itu barang kali merupakan
kapal ruang angkasa yang berasal dari dunia tak dikenal”. Selanjutnya beliau mengatakan: “Jelaslah bahwa
makhluk yang menjadi awak dan menerbangkannya telah maju dalam segalanya sebagai mana mestinya, kita
dapat belajar banyak dari mereka”. Oberth, yang telah meramalkan perkembangan roket di bumi dengan tepat;
menduga bahwa di planet lain dalam tata surya kita, terdapat prasyarat-prasyarat bagi generasi-generasi
spontan. Obert, selaku sarjana penelitian meminta supaya para sarjana lain yang serius pun turut menangani
persoalan-persoalan yang mula-mula mungkin merupakan fantastis ini. “Para sarjana itu biasanya bagaikan
angsa yang kekenyangan, yang tidak mau makan apa-apa lagi. Mereka menolak gagasan-gagasan baru, dan
menyebutnya sebagai omong kosong”. Tanggal 17 Nopember 1967, dengan judul “Gagasan-gagasan Kedua”
surat kabar Die Zeit mengatakan: “Bertahun-tahun orang Rusia menertawakan orang Barat seperti yang sakit
jiwa mengenai piring terbang. Belum lama berselang Pravda memuat sangkalan resmi, bahwa kendaraankendaraan
langit yang ganjil itu pernah ada. Sekarang Jenderal Angkatan Udara Anatolyi Stolyakov telah
ditunjuk sebagai direktur dari suatu komite yang tugasnya meneliti laporan-laporan mengenai UFO.

Berhubungan dengan ini, surat kabar London Times, menulis: “Apakah UFO itu hasil dari pengkhayalan
bersama, ataukah berasal dari para pengunjung dari planet Venus, atau harus diartikan sebagai wahyu
ketuhanan; harus ada penjelasan, sebab andai kata UFO itu tak ada,orang-orang Rusia tentu tidak akan
membentuk komite Pencari Keterangan”. Kejadian yang paling menggemparkan dan paling membingungkan
sehubungan dengan phenomena tentang benda dari alam semesta, terjadi pada pukul 7.17 pagi tanggal 30
Juli 1908,di Taiga, Siberia. Sebuah bola api bagaikan ditembakkan melintasi cakrawala dan menghilang di
padang rumput. Para penumpang kereta api Transs-Siberia melihat benda yang menyala-nyala bergerak dari
Selatan ke Utara. Suatu halilintar yang diikuti dengan ledakan menggoncang kereta api. Kebanyakkan stasion
seismograph di dunia mencatat ledakan ini sebagai getaran bumi yang cukup kuat. Di Irkutsk, 550 mil dari
pusat gempa jarum seismograph tetap bergetar hampir selama satu jam. Suara ledakannya terdengar sampai
sejauh radius 612 mil. Ratusan rusa kutub telah mati terbunuh oleh ledakan itu. Suku-suku pengembara
banyak yang terpental ke udara bersama tenda-tendanya. Sebelum tahun 1912, Profesor Kulik mulai
mengumpulkan laporan-laporan dari para saksi mata. Akhirnya ia berhasil pula mengumpulkan uang untuk
mengadakan ekspedisi ilmiah ke daerah Taiga yang jarang penduduknya ini. Ketika ekspedisi itu sampai di
daerah berbatu-batu Tunguska, mereka yakin benar bahwa mereka akan menemukan kawah raksasa yang
disebabkan oleh batu meteor. Tetapi keyakinan mereka itu ternyata salah. Mereka melihat pohon-pohon yang
patah bagian atasnya sampai sejauh 37 mil dari pusat ledakan. Semakin dekat mereka ke titik kritis, tanahnya
semakin tandus. Pohon-pohon di sana tampak seperti tiang-tiang telegraph tanpa apa-apa. Di sekitar pusatnya
bahkan pohon-pohon terbesar pun telah patah dan terlempar ke luar daerah lingkungan itu. Akhirnya mereka
menemukan bekas-bekas kebakaran hebat. Semakin jauh ke Utara ekspedisi itu semakin yakin bahwa di sana
telah terjadi ledakan dahsyat. Ketika mereka melewati lubang-lubang dari berbagai ukuran di atas tanah yang
berpaya-paya, mereka menduga bahwa lubang itu disebabkan oleh benturan batu-batu meteor.


Mereka
menggali dan membor tanah yang berpaya-paya itu, tetapi mereka tidak menentukan sedikit pun sisa-sisa dari
sepotong besi atau sepotong nekel, atau sebongkah batu. Dua tahun kemudian pencarian diteruskan lagi
dengan menggunakan bor-bor yang lebih besar dan alat-alat teknik yang lebih baik. Mereka membor sampai
sedalam 118 kaki, tetapi tetap tidak menemukan bekas meteor atau batu-batu serupa. Pada tahun 1961 dan
1963, Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Sovyet mengirim dua ekspedisi lagi ke Tunguska. Ekspedisi tahun 1963
dipimpin oleh akhli geofisika-Solotov. Kelompok para sarjana yang diperlengkapi dengan alat-alat teknik paling
modern ini, sampai kepada kesimpulan bahwa ledakan di Tunguska Siberia itu pasti merupakan ledakan nuklir.
Jenis ledakan dapat ditentukan jika beberapa urutan besarnya kekuatan yang menyebabkan ledakan itu
diketahui. Satu di antara urutan besarnya kekuatan ledakan Tunguska itu diketahui dari besarnya energi radiasi
yang dipancarkan.

Di Talga ekspedisi itu menemukan beberapa pohon, 11 mil jauhnya dari pusat ledakan. Pohon pohon itu telah
terkena radiasi lalu terbakar pada saat terjadinya ledakan itu. Pohon hidup hanya dapat terbakar apabila
banyaknya panas yang diradiasikan tiap cm2 mencapai 70 sampai 100 kalori. Dan memang kilatan ledakan itu
demikian terangnya, sehingga sampai sejauh 124 mil dari pusat gempa, cahayanya masih memantulkan
bayangan
kedua. Dari data ini para sarjana memperhitungkan besarnya energi yang diradiasikan oleh ledakan itu sekitar
2,8 x 1028 erg. (erg “banyaknya tenaga kerja”). Seekor kumbang yang beratnya satu gram, akan harus
mengeluarkan tenaga kerja satu erg untuk memanjat dinding setinggi satu cm. Ekspedisi itu menemukan
cabang dan ranting pohon yang sudah jadi arang sampai setinggi sebelas mil. Dari fakta ini mereka
berkesimpulan bahwa di tempat itu telah terjadi pemanasan yang amat tinggi dan mendadak. Ini adalah akibat
dari suatu ledakan, bukan suatu kebakaran hutan. Pohon yang jadi arang ini hanya ditemukan di tempat mana
tidak terdapat bayangan yang menghalangi difusi kilatan cahaya. Jelas dan pasti bahwa di sana pernah terjadi
suatu radiasi. Keseluruhan dari efek ini, memerlukan tenaga 10 pangkat 28 erg. untuk dapat menimbulkan
kehancuran yang amat luas itu.

Energi sebesar ini, sama kuatnya dengan kekuatan perusak dari bom atom seberat 10 megaton atau
100.000.000.000.000.000.000.000 erg.
Penyelidikan-penyelidikan memastikan bahwa di tempat itu pernah terjadi ledakan nuklir. Kepastian itu
menghapus keterangan-keterangan yang berbau dongeng seperti tubrukan komet atau batu meteor yang
jatuh ke bumi. Bagaimana bunyi keterangan mengenai ini di tahun 1908? Surat kabar di Leningrad Svesda,
terbitan bulan Maret 1964, mengemukakan suatu teori bahwa makhluk cerdas dari sebuah planet dalam
konstelasi Cygnus telah mencoba untuk mendapat kontak dengan bumi kita. Para penulis Genrich Altov dan
Valentina Shuraleva mengatakan bahwa tubrukan di Taiga, Siberia itu merupakan jawaban terhadap ledakan
yang disebabkan oleh meletusnya gunung Krakatau di Samudra Indonesia dalam tahun 1883; di mana letusan
itu telah memancarkan gelombang-gelombang radio alam semesta. Makhluk bintang yang jauh dari bumi itu
keliru, mereka mengira bahwa gelombang-gelombang itu berasal dari ruang angkasa. Karena itu, mereka
mengarahkan sinar laser ke bumi. Sinar laser itu terlalu kuat, sehingga ketika sinar laser itu menyentuh atmosfir
dunia jauh di atas Siberia, sinar itu berubah ujud menjadi benda padat.

Saya akui, bahwa saya tak dapat menerima keterangan demikian, karena terlalu jauh jangkauannya sehingga
sukar masuk di benak kita. Saya juga tidak dapat menerima teori yang mencari keterangannya dalam tubrukan
anti zat. Sekalipun saya percaya bahwa jauh di alam kosmos mungkin ada unsur-unsur yang di sebut anti zat,
namun di Tunguska tidak mungkin akan terdapat bekas-bekasnya, apalagi sisa-sisanya; karena apabila anti zat
itu beradu dengan zat padat, kedua zat itu akan terurai dan lenyap kedua-duanya. Selain dari itu, kemungkinan
bagi anti zat untuk mencapai bumi tanpa bertubrukan dengan zat lain di tengah perjalanan, sangat kecil. Saya
lebih suka menyokong pendapat yang menduga bahwa ledakan nuklir itu disebabkan oleh meledaknya
persediaan tenaga nuklir dari kapal ruang angkasa yang tak di kenal. Fantastis? Ya, memang! Tetapi apakah
ini harus berarti, bahwa hal itu tidak mungkin? Tidak sedikit terdapat buku mengenai batu meteor Tunguska itu.
Ada fakta lain yang ingin saya tekankan. Radio aktivitas di sekitar pusat ledakan di Taiga itu intensitasnya atau
kekuatannya dua kali kekuatan di tempat lain. Sekarang pun demikian keadaannya. Penelitian cermat pada
pohon-pohon dan gelang tahunannya, menunjukkan bahwa sejak tahun 1908 radio aktivitas itu meningkat.
Sebelum ada bukti ilmiah yang pasti tepat dan meninggalkan tentang kejadian itu tak seorang pun berhak
mengeluarkan keterangan keterangan tanpa alasan yang kuat untuk dapat dipercaya. Pengetahuan kita
tentang planet planet dalam tata surya kita, agak lengkap kiranya. Mars adalah satu-satunya planet di mana
diduga mungkin terdapat “kehidupan” dalam arti kata menurut pengertian kita. Itupun dalam jumlah yang amat
terbatas.

Manusia telah menentukan batas-batas secara teoritis terhadap kehidupan dalam arti seperti di atas.
Batas lni disebut ecosphere. Dalam tata surya kita, hanya venus, bumi dan mars yang ada dalam batas-batas
ekosfir. Walaupun demikian, kita hendaknya tidak lupa bahwa penentuan ecos phere itu didasarkan kepada
gambaran kita tentang kehidupan; dan bahwa kehidupan yang belum kita kenal, sama sekali tidak perlu terikat
kepada dasar pikiran kita. Mariner II telah sampai pada jarak 21.000 mil dari Venus.Menurut informasi yang
dipancarkan dari Mariner II itu, Venus dapat di coret dari daf tar planet-planet di mana mungkin ada kehidupan.
Mariner II itu melaporkan pula bahwa suhu permukaan Venus, siang maupun malam panasnya 420 C. Suhu
demikian itu, berarti di sana tidak ada air, melainkan hanya ada kolam-kolam berisi logam cair, Maka punahlah
anggapan orang, bahwa Venus itu saudara kembar bumi, sekalipun persenyawaan hidrogen karbon yang ada
dapat di gunakan sebagai tempat pembiakan bagi segala jenis bakteri. Belum lama berselang, para sarjana
menyatakan bahwa kehidupan di planet mars tidaklah mungkin ada. Pada suatu hari belakangan ini,
pernyataan itu berubah menjadi “hanya sedikit kemungkinannya”.Setelah Mariner IV berhasil mengadakan
pengintaian di atas mars, sekalipun agak segan, kita harus mengetahui bahwa kemungkinan adanya
kehidupan di mars bukanlah mustahil Bahkan sangat mungkin pula, bahwa tetangga kita mars itu pernah
mempunyai kebudayaan sendiri jutaan tahun yang lalu, tetapi tak pernah ada yang diceriterakannya.
Bagaimanapun juga bulan mars yang disebut phobos perlu mendapat perhatian khusus. Mars mempunyai dua
buah bulan yakni “phobos” dan “deimos”. Kedua nama itu adalah dari bahasa Yunani yang dalam bahasa
Indonesia berarti: “ketakutan” dan “teror”. Kedua bulan itu sudah dikenal orang jauh sebelum seorang
astronom Amerika yang bernama Asoph Hall menemukannya dalam tahun 1877. Jauh sebelumnya, se
kitar tahun 1610, Johannes Kepler menduga, bahwa mars diikuti oleh dua buah satelit alamiah. Schyrl,
seorang biarawan Capucine mengaku telah melihat bulan Mars itu beberapa tahun sebelumnya. Namun
mungkin ia keliru melihat, karena bulan mars
yang kecil-kecil itu tak mungkin dapat dilihat dengan alat-alat optik pada zamannya. Kedua bulan itu dilukiskan
dengan indah sekali oleh Jonathan Swift dalam bukunya berjudul Perjalanan ke Laputa dan Jepang. Buku ini
merupakan jilid ke III
dari perjalanan Guliver Jonathan. Swift tidak hanya melukiskan kedua bulan mars itu melainkan juga
memberikan ukuranukuran serta orbitnya. Di bawah ini adalah kutipan dari bab 3 nya: “Para astronom Laputan
melewatkan sebagian besar dari masa hidupnya untuk mengamati benda-benda langit, yang dilakukannya
dengan menggunakan teropong-teropong yang jauh lebih baik dari pada teropong kita. Sekalipun teleskop
mereka yang terbesar tak ada yang lebih dari tiga kaki, tetapi teropong mereka itu mempunyai daya
membesarkan lebih tinggi dari teropong kita yang panjangnya seratus yard; dan dengan sendirinya, bintangbintang
dapat mereka lihat lebih jelas. Hal-hal yang menguntungkan ini, memungkinkan mereka untuk
memperluas penemuan-penemuan mereka lebih jauh dari pada para astronom Eropa. Ini terbukti dari daftar
bintang-bintang yang mereka buat Daftarnya membuat sepuluh ribu bintang tetap, sedang daftar terluas di
Eropa hanya meliputi tidak lebih dari sepertiganya. Besar kemungkinannya bahwa mereka telah menemukan
bintang-bintang yang lebih kecil, atau satelit-satelit yang beredar mengitari mars. Di antaranya tiga buah yang
beredar pada lingkaran dalam dan lima buah pada lingkaran luar. Yang ada pada lingkaran dalam berputar
pada sumbunya dalam 10 jam, sedangkan yang ada dalam lingkaran luar berputar pada sumbunya dalam 21
l/2 jam; sehingga kwadrat dari waktu perputarannya dalam perbandingan yang sama mendekati pangkat tiga
dari jarak antara satelit-satelit itu dengan titik tengah dari mars; yang membuktikan bahwa satelit-satelit itu
diatur oleh hukum gravitasi yang sama, yang mengatur benda-benda langit lainnya”. Bagaimana Swift dapat
menceriterakan satelit-satelit mars, padahal benda-benda langit baru ditemukan 150 tahun kemudian?.
Tak dapat disangsikan bahwa sebelum Swift, satelit-satelit itu telah diduga oleh beberapa astronom. Tetapi
duga-dugaan biasanya tidak sampai mendekati data yang tepat. Kita tidak mengetahui dari mana Swift
mendapat pengetahuannya itu. Satelit-satelit itu sebenarnya merupakan bulan-bulan terkecil dan terganjil dari
tata surya kita. Satelit-satelit itu beredar hampir berbentuk lingkaran bundar di atas ekuator Mars. Jika satelitsatelit
itu dapat memantulkan cahaya yang sama banyaknya dengan cahaya yang dipantulkan oleh bulan kita,
maka phobos harus bergaris tengah sepuluh mil dan deimos 5 mil. Tetapi jika satelit-satelit itu merupakan
bulan buatan, dan memantulkan lebih banyak lagi cahaya, maka diameternya akan lebih kecil lagi. Satelit satelit
itu merupakan bulan-bulan yang dikenal dalam tata surya kita, yang waktu beredarnya mengelilingi planet
induknya paling pendek dibanding dengan waktu perputaran pada sumbunya. Dibanding dengan perputaran
mars pada sumbunya phobos dapat beredar mengelilingi Mars dua kali dalam satu hari mars, sedang deimos
hanya lebih cepat sedikit dari pada perputarannya sendiri pada sumbunya. Ketika posisi bumi terhadapMars
sangat baik dalam tahun 1862, orang dengan susah payah mencari satelit-satelit mars itu, dan baru berhasil 15
tahun kemudian.

Teori tentang planetoid, timbul karena beberapa astronom menduga bahwa bulan-bulan mars itu merupakan
pecahan-pecahan benda langit yang ditarik oleh Mars. Tetapi teori itu tak mampu menerangkan mengapa
satelit itu kedua-duanya dapat berputar pada sumbunya, pada bidang ekuator yang sama. Kalau hanya satu
yang berputar, dapat dikatakan karena kebetulan. Tetapi kalau dua-duanya berputar, itu bukan karena
kebetulan. Karena itu akhirnya timbul teori modern tentang satelit. Seorang astronom Amerika kenamaan Carl
Sagan, dalam bukunya berjudul “Kehidupan Intelegensi dalam Alam Semesta” yang diterbitkan pada tahun
1966 menduga bahwa phobos merupakan satelit buatan. Setelah mengadakan pengukuran dan perhitunganperhitungan,
Sagan sampai pada kesimpulan bahwa di dalam phobos itu pasti kosong. Bulan kosong tidak
mungkin alamiah, melainkan buatan. Dalam kenyataannya, memang kejanggalan-kejanggalan orbit phobos
sama sekali tidak sebanding dengan masanya. Orbit demikian lebih sesuai dengan orbit benda kosong.
Shklovskii, Direktur Departemen Astronom Radio dari Institut Astrologi Sternberg di Moskow membuat
pernyataan serupa, setelah ia melihat bahwa dalam gerak phobos dapat dipastikan ada percepatan yang luar
biasa. Percepatan ini identik dengan percepatan yang telah kita lakukan terhadap gerak dari satelit-satelit
buatan kita sendiri. Sekarang orang memperhatikan teori Sagan dan Shklovski yang fantastis ini dengan
serius. Sekarang sedang direncanakan untuk penyelidikan lebih lanjut terhadap planet mars dan sekaligus
juga untuk menentukan posisi bulan-bulannya. Orang Rusia sudah beberapa tahun terlebih dahulu mengamati
bulan-bulan mars dari berbagai ovservatorium. Jika anggapan yang diperkuat pula oleh para akhli Timur dan
Barat bahwa di planet mars pernah ada peradaban yang telah maju itu benar, maka akan timbul pertanyaan;
mengapa peradaban itu sekarang tidak ada? Apakah para intelegensia dari mars itu harus mencari lingkungan
lain? Apakah mereka itu terpaksa mencari tempat tinggal lain karena oksigen tempat tinggal mereka semakin
lama semakin habis? Apakah hancurnya peradaban mereka karena di landa malapetaka kosmis? Dan
pertanyaan terakhir; Apakah ada beberapa orang di antara penduduknya selamat, lalu mengungsi ke Planet
lain yang berdekatan? Imanuel Nelikovsky dalarn bukunya berjudul “Dunia-dunia bertubrukan” yang diterbitkan
tahun 1950, dan yang banyak diperbincangkan dalam kalangan para ilmiawan menerangkan, bahwa sebuah
komet raksasa telah menabrak planet mars. Dari tabrakan ini terjadilah planet venus sebagai pecahan mars
yang terpental. Teorinya ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa permukaan venus mempunyai suhu yang
begitu tinggi, berawan yang mengandung persenyawaan hidrokarbon, dan berotasi tidak teratur. Evaluasi data
yang diterima dari Mariner II memperkuat teori Nelikovsky ini. Venus adalah satu-satunya planet yang arah
perputaran pada sumbunya terbalik, yakni tidak searah dengan perputaran dari planet-planet; merkurius, bumi,
mars jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus pada sumbunya masing masing. Tetapi kalau malapetaka
kosmos merupakan alasan yang paling mungkin dari hancurnya peradaban di planet mars, maka hal ini akan
merupakan bahan bagi teori saya; bahwa bumi kita ini di zaman purba pernah menerima kunjungan dari ruang
angkasa. Maka tesis yang mengatakan bahwa sekelompok raksasa dari mars barangkali lari ke bumi untuk
menemukan kebudayaan baru dari homosapiens dengan jalan mengembangbiakkan makhluk-makhluk
setengah intelegensia yang hidup di bumi, menjadi kemungkinan yang spekulatif. Oleh karena daya gravitasi di
bumi maka dapat diperkirakan bahwa tubuh orang-orang mars akan lebih besar dan lebih berat dari pada
orang-orang bumi. Kalau saja ada sesuatu dalam argumentasi ini yang memperkuat bahwa pernah ada
raksasa yang datang dari bintang-bintang; yang mampu memindahkan batu besar, dan yang mengajar orang
orang di bumi tentang seni yang belum dikenalnya, dan yang akhirnya punah; maka tak pernah kita ketahui
sedikitpun tentang hal itu, seperti halnya sekarang tentang banyak hal. Saya yakin bahwa masalah orang dan
intelegensia yang tak di kenal ini akan tetap mau jadi acara dalam penelitian, sampai setiap teka teki yang
seharusnya dapat dipecahkan itu terjawab semuanya.

No comments:

Post a Comment